Pengalaman Seru Berwisata di Air Suci Pura Tirta Empul

217 views

Ini pertama kalinya saya berkunjung ke Pura Tirta Empul, dalam tur pulang ke Kuta dari kawasan Kintamani. Saya tertidur selama perjalanan, dan baru bangun ketika guide parkir di beranda parkir pura. Saat itu hujan rintik-rintik lalu kita sempat ragu, apa mau masuk atau tidak. Namun karena Guide mengatakan “Di dalam bagus!” akhirnya kita memilih masuk… Yah mumpung lagi di Bali kann.. Kapan lagiii cobaa.

Tirta Empul ialah satu pura yang terletak di wilayah Manukaya Let, Tampaksiring. Pintu masuk tak begitu terlihat kalau gak diperhatikan betul, dan ada di sisi kiri jalan kalau dari Kuta. Tirta Empul yang maknanya “air yang memancar”  ini sungguh terkenal dengan terdapatnya mata air suci yang memancar dalam tanah, dan terkenal dengan terdapatnya Istana Kepresidenan Tampaksiring yang didirikan pada tahun 1954. Istana ini pertamanya adalah rumah pejabat Belanda. Namun jujur aja nih, bangunan “modern” yang berada di latar belakang itu kebanting sama kecantikan puranya sendiri.

Sudah lebih ribuan tahun orang-orang Bali bersembayang dan mandi didalam mata air Tirta Empul, mata air yang bagi kepercayaan setempat dibangun oleh Batara Indra tuk memakmurkan lalu mensuburkan tanah. Tradisi ini kian berlangsung sampai saat ini. Mata air yang asalnya dari tanah dipagari tembok batu berukir macam hias khas Bali, dan dialirkan dibagi jadi 12 pancuran yang airnya mengucur ke dalam kolam besar.

Peziarah mandi serta berendam di kolam ini, di bawah masing-masing pancuran yang punya khasiat tersendiri. Ada yang airnya disebut memperbaiki relationship, menolak bala, tolak roh jahat, dan lain-lain. Seru banget sih dengar kisah guide waktu itu (oh iya, waktu itu kita didampingi guide orang Bali, tapi kita gak enak nolaknya… ya udah sekalian dengerin ceritanya beliau…). Mau sih percaya, tapi… hmmmm  -_- tapi tetep aja kita cuci muka terus minum air dari satu pancuran…hihi.

Kata guide, air disini bagus kualitasnya dibanding air mineral kemasan (pernah diteliti). Penduduk sekitar pun selalu ambil air ini tuk keperluan minum juga masak, dan bisa lekas dikonsumsi tanpa dididihkan dulu.. keren yaa. Kalau mau cuci muka, mandi dan minum airnya, minum cuma air yang mengucur dari kendi2 aja, jangan di kolam. Air yang ada di kolam udah bekas pakai, tapi nanti dialirkan menjadi air irigasi.

Komplek Pura Tirta Empul punya beberapa gapura serta beberapa pura yang dipersembahkan pada 3 dewa utama agama Hindu yaitu dewa Siwa, Wisnu, Brahma, lalu ada lagi dewa lainnya yakni dewa Gunung Batur dan Indra. Ada pula paviliun terbuka di sisi depan yang digunakan tuk beristirahat. Di paviliun ini pun sering diadakan acara upacara adat, dan turis bisa menonton. Kalau mau nonton acara keagamaan, disarankan duduk tuk menghormati tradisi. Karena, pendeta di Bali dianggap menempati kasta tertinggi, lalu posisi mereka wajib selalu lebih tinggi dari orang lainnya (khususnya saat upacara keagamaan).

Untuk masuk kedalam kompleks pura, kita bayar tiket Rp 15.000/orang dan wajib memakai kain serta selendang pura, tuk menghormati. Pada saat jalan2 didalam, kita mengganti guide. Guide kini bapak-bapak yang gak terlalu tua. Bapak ini sebenarnya tukang foto keliling yang hasilnya langsung jadi, kalau mau guys.

Ada satu hal yang dikagumi dari pribadi orang Bali. Mereka intinya jual sesuatu pada kita, entah jasa maupun rupa. Tapi cara mereka tersebut yang harus diacungkan jempol. Mereka gak segan2 memberi lebih dulu sebelum menerima. Memberi keramahan, pelayanan, dan apa-apa yang dibutuhkan, yang tadinya gak kita sadari. Untuk sejumlah kasus, sebagaimana bapak fotografer ini, mereka justru gak maksa kita beli sesuatu dari mereka. Akhirnya, kalo kita mau, kita beli. Kalo nggak mau, ya ditolak saja. Tapiii…. mereka jago betul bikin nggak enak buat nolak, dan kemudian kita bersedia beli 2 lembar foto. Gak nyesel, hasil cetakannya emang bagus. Lagipula cukup lah buat kenang-kenangan.

Oh ya, ada lagi, kalo mau beli sesuatu di Bali, tawar aja! Bukan mau jahat, tetapi itulah kebiasaannya. Mereka juga gak masalah kalo ditawar, dan biasanya pasti memberikan harga bagus kalau kita serius. Untuk foto di Tirta Empul, foto ukuran 5R, selembar ditawari Rp 25.000. Setelah ditawar, kita dapatkan harga Rp 30.000 2 lembar foto. Buat bule, biasanya harga diberikan jauh lebih tinggi. Dua kali lipat! Makanya beruntung deh tinggal di Indonesia hehe

Tags: #Bali #Pura Tirta Empul

Leave a reply "Pengalaman Seru Berwisata di Air Suci Pura Tirta Empul"